Raja Solomo dan Nabi Sulaeman

Cerita tentang Sulaiman ditulis di dalam Alquran dan tersebar dalam empat surat, yaitu: Surat ke-2 Al-Baqarah ayat 102, Surat ke-27 An-Naml ayat 15-44, Surat ke-34 Saba’ ayat 12-14, dan Surat ke-38 Shad ayat 30-44. Muhammad mengatakan bahwa Alquran adalah kata-kata Allah dan umat Islam percaya bahwa isi Alquran adalah ucapan Allah. Untuk melihat apakah benar isi Alquran terutama yang mengenai kisah Salaiman sungguh-sungguh berasal dari Allah mari kita banding apa yang tertulis di dalam Alquran dengan kisah hidup raja Salomo yang ditulis oleh orang Yahudi di dalam Alkitab.

Surat ke-2 : 102
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaeman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaeman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaeman tidak kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengabarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.”
Maka mereka memperlajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
Kisah Salomo yang ditulis orang Yahudi tidak menyinggung sama sekali tentang setan dan pada jaman itu tampaknya bangsa Israel tidak mengenal setan. Jika mereka mendapat kesusahan mereka tidak menuduh bahwa kesusuahan itu karena ulah setan tetapi mereka percaya bahwa kesususahan yang harus mereka hadapi adalah perbuatan Tuhan, yang marah karena mereka melakukan kesalahan kepada Tuhan. Dan tidak disebut sama sekali tentang sihir dan pandangan tentang sihir juga tidak ada di dalam pemikiran orang Israel pada waktu itu karena semua keajaiban yang mereka saksikan dan rasakan, mereka percaya berasal dari Allah sebagai himat dari perbuatan mereka yang setia kepada Allah.
Alquran juga menyebut kata kafir yang sebenarnya tidak asing bagi bangsa Israel. Menurut orang Israel, mereka yang tidak bersunat dan bukan orang Israel adalah kafir. Ada beberapa kata kafir ditulis di dalam Alkitab baik di dalam Perjanjian Baru maupun di dalam Perjanjian Lama. Tetapi khusus di dalam kisah Salomo yang ditulis di dalam Alkitab tidak ada satu pun kata kafir yang disebut dan hubungan Salomo dengan orang asing sangat baik, hal itu mudah dilihat bahwa mereka yang dilibatkan dalam pembangunan Bait Suci dan Istana Salomo kebanyakan adalah orang asing yang dalam istilah orang Israel adalah bangsa kafir. Demikian juga pandangan Salomo tentang orang kafir sangat bersahabat dan bisa dilihat pada doa Salomo kepada Tuhan setelah tabut perjanjian dimasukkan ke dalam Bait Suci, yang mengharapkan agar Allah Israel juga mau mendengarkan doa orang asing.

Surat ke-27 : 15-22
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaeman; dan keduanya mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-nya yang beriman.”
Dan Sulaeman telah mewarisi Daud, dan dia berkata, “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.”
Dan dihimpunkan untuk Sulaeman tentaranya dari jin, manusia, dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seokor semut, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaeman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari, maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhan-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hudhud (sejenis burung pelatuk) , apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-banar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”
Maka tidak lama kemudian (datanglah hudhud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
Tidak ada cerita dalam kisah Salomo yang menyebutkan tentang kemampuan manusia berbicara dengan binatang, yang ada adalah, Salomo menulis kitab pujian kepada Tuhan yang isi salah satu baitnya bercerita tentang empat binatang yang terkecil, yaitu semut, pelanduk, belalang, dan cicak. Bait lainnya bercerita tentang empat hal yang gagah jalannya, yaitu singa, ayam jantan, kambing jantan, dan seorang raja. Bahkan di seluruh isi Alkitab tidak ada disebutkan ada manusia yang bisa berbicara dengan binatang hal itu juga tidak mungkin terjadi, karena orang Yahudi memandang Alkitab adalah kitab suci yang harus dihormati sehingga tidak mungkin dicampuradukkan dengan dongeng.

Surat ke-27 : 23-44
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita (yaitu Ratu Balqis yang memerintah Kerajaan Sabaiyyah di zaman Nabi Sulaiman) yang memerintah mereka, dan dia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
Allah, tiada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai Arasy yang besar.”
Berkata Sulaiman, “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.”
Berkata ia (Balqis), “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepdaku sebuah surat yang mulia. Ssungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
Berkata dia (Balqis), “Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).”
Mereka menjawab, “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan.”
Dia berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina dan demikianlah pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.”
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata, “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba’) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina.”
Berkata Sulaiman, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu, sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum katamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasananya itu terletak di hadapannya, ia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
Dia berkata, “Ubahlah baginya singgasananya, maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal-(nya).”
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya, “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab, “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. Dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya.” Berkatlah Sulaiman, “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.” Berkatalah Balqis, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.”
Di dalam cerita Salomo yang ditulis di dalam Alkitab surat yang ditulis Salomo ditujukan kepada Hiram, raja negeri Tirus bukan kepada ratu negeri Syeba dan dibawa oleh seorang utusan bukan oleh burung. Isi surat meminta bantuan Hiram dalam rangka membangun Bait Suci dan Istana Salomo bukan untuk meminta agar Hiram datang menyerahkan diri kepada Salomo.
Surat Salomo kepada Hiram adalah surat yang bersahabat dan demikian juga kunjungan ratu negeri Syeba dilakukan dalam rangka menjalin persahabatan. Tidak ada kejadian yang ditulis di dalam Alkitab tentang Salomo yang menyangkut ancam mengancam sehingga kata-kata yang tertulis di dalam Alquran, “Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba’) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina,”sangat aneh.
Singgasana besar yang dimiliki Salomo dibuat oleh orang-orang atas perintah Salomo dan bukan pemberian dari ratu Syiba dan singgasana itu menjadi salah satu bukti kebesaran Salomo yang juga menunjukkan kecanggihan teknologi yang dikuasainya pada jaman itu.
Alkitab tidak menyebut kolam tetapi malah menyebut “laut” untuk kolam yang dibuat Salomo yang digunakan oleh imam sebagai pembasuh dan kolam itu bukan diletakkan di istana tetapi di Bait Suci. Tidak diceritakan di dalam Alkitab bahwa ratu negeri Syiba masuk ke Bait Suci dan melihat kolam itu karena ratu Syiba hanya dibawa masuk ke istana Salomo.
Jika Sdr. Wawan Susetya memuji kemampuan Muhammad tentang kaca juga tidak tepat, karena kaca baru dibuat dalam lempengan tembus pandang dan digunakan untuk bahan bangunan baru dimulai pada abad ke-11 atau sekitar 2.000 tahun lebih setelah kematian Salomo. Memang sejarah kaca dalam kehidupan manusia sudah dimula sekita 2500 tahun sebelum Masehi atau sekitar 1.500 tahun sebelum jaman Salomo tetapi pada waktu itu kaca baru digunakan sebagai hiasan dan kemudian juga untuk keperluan peralatan rumah tangga dan Alkitab tidak menyebut sama sekali adanya kaca yang digunakan dalam membuat Bait Suci dan Istana Salomo.

Surat ke-34 : 12-14
Dan Kami (tundukkan) bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
Catatan: Maksudnya: Bila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula bila ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanannya sebulan.
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berasa di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala mereka ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.
Alkitab menyebutkan bahwa Salomo mempunyai banyak kuda dan kereta sehingga bisa ditarik kesimpulah bahwa kendaraan yang digunakan Salomo untuk berpergian adalah kereta. Bahwa dengan menunggang kereta Salomo bisa bergerak cepat mungkin saja terjadi walau hal itu tidak diceritakan dalam kisah asli Salomo. Tetapi bahwa Salomo bisa bepergian dengan menggunakan angin tidak diceritakan sama sekali dan tidak wajar bagi seorang manusia biasa kecuali dalam sebuah dongeng.
Seluruh isi Alkitab baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama, jika berbicara tentang Allah adalah Tuhan yang maha kuasa, yang bisa mendatangkan mukjizat dan juga bisa memberi hikmat kepada manusia sehingga apa yang tidak mungkin di tangan manusia bisa mungkin di tangan Tuhan. Hal itu terjadi pada Abraham yang mendapatkan anak dari istrinya Sara yang mandul dan demikian juga yang terjadi pada Salomo, bangunan Bait Suci dan Istana Raja Israel bukan hasil sebuah mukjizat tetapi adalah murni karya manusia yang mendapat hikmat dari Tuhan. Alquran yang menyebutkan bahwa Bait Suci dan segala perlengkapannya dibuat oleh para jin sangat menyimpang dari ajaran tentang Tuhan Yang Maha Kuasa.
Alkitab menceritakan bahwa Salomo mati dengan wajar dan dikuburkan di kota Daud sehingga sangat aneh apa yang ditulis di dalam Alquran bahwa kematian Salomo yang pada waktu itu masih menjabat sebagai raja Israel tidak diketahui orang lain sehingga tongkatnya dimakan rayap.

Surat ke-38 : 30-40
Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.”
“Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertobat. Ia berkata,” Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugrah Kami, maka berikanlah ( kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungjawaban. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
Memotong leher dan kaki kuda tanpa tujuan yang jelas tentu pekerjaan sadis yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki rasa perikebinatangan dan Alkitab tidak mengajarkan hal itu untuk dilakukan dan karena itu juga memang tidak ada dalam kisah Salomo bahwa ada kuda yang dipotong leher dan kakinya. Apalagi pemotongan itu menyebabkan Salomo sakit dan yang diceritakan dalam Alkitab adalah Salomo yang jaya yang diberkati Tuhan sehingga negeri yang diperintahnya bisa hidup dalam kemuliaan dan Salomo yang diberkati Tuhan hidup sehat sampai ajal menjemputnya.

Budaya Arab Hasil Penerapan Ajaran Islam

Mas Pandji yang baik,
banyak orang sering mengatakan harus dibedakan antara budaya Arab dan Ajaran Islam seperti yang Bung sebut. Pemahaman itu tidak benar, Arab sekarang adalah Arab yang berkembang sesuai ajaran Islam yang sudah dipraktekan selama sekitar 1400 tahun dan jika Bung baca sejarah Arab kuno dengan benar, bukan sejarah yang sudah dimanipulasi oleh penguasa Islam, budaya Arab sebelum Islam jauh lebih baik dibandingkan dengan budaya Arab setelah ada Islam. Arab sebelum Islam mencatat ada perempuan terhormat bernama Khadijah, kaya, pengusaha, mempekerjakan laki-laki yang salah satunya kemudian diambil menjadi suaminya, yaitu Muhammad dan Muhammad bersikap menjadi suami yang baik selama Khadijah hidup, tidak pernah main perempuan karena hidup dari istrinya. Tetapi setelah Khadijah meninggal, Muhammad pernah punya 11 istri yang setiap hari semuanya disetubuhinya secara bergilir dan yang lagi datang bulan tidak luput dikerjain dengan cara diraba-raba. Sejak saat itu budaya Arab kuno mengalami kemunduran, wanita hanya dijadikan budak seksual laki-laki dan berlaku hingga sekarang.
Mengapa saya perlu mengemukankan ini semua kepada Bung bukan ke pesantren, karena Bung di milis aktif menyebarkan ayat-ayat al-Quran yang sebenarnya meracuni bangsa kita. Bung aktif di Dewan 45 seharusnya Bung berusaha memajukan Indonesia dan berhenti membodohi rakyat kita degnan ajaran al-Quran yang menyesatkan.
Salam Damai

--- On Fri, 5/22/09, Pandji R Hadinoto FN45 wrote:

Saudara harus bedakan Budaya Bangsa Arab dengan Ajaran Islam, itu saja nasehat saya,

Ajaran Bali (Hindu) dan Orang Bali khan juga beda wujudnya

Misalnya Tri Hita Karana

Saya bukan ahli sejarah, cuma penggemar sejarah, kebetulan sekarang fokus kepada sejarah kebangsaan Indonesia, jadi sayang sekali Saudara salah alamat, kalau ada PonPes di dekat rumah tinggal Saudara ya hubungi saja kesana

Pandji R Hadinoto / www.jakarta45. wordpress. com / HP : 0817 983 4545

Muhammad Yang Buta Huruf Tidak Kenal Tuhan

Mas Sjahrazad Alamsjah yang baik,
Bukan saya tidak mau menjawab, saya paham saya adalah manusia biasa, lah
Muhammad yang mengaku nabi saja ketika ditanya tentang Tuhan tidak bisa menjawab
kok. Buktinya, lihat cuplikan al-Quran di bawah ini.

Arti Keesaan Tuhan
112: 1-4. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.1) Allah adalah Tuhan yang
bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula
diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setaradengan Dia."

Keterangan 1). Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta
penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata:
"Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun
berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum
musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang
bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu
jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini
Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan
diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad,
lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun
berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan
pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber
dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa
surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy,
Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa
suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka
datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat
Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin
Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan
Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada
pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat
Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang
meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai
Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam,
Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah
terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga
turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.

Karena Muhammad tidak bisa menjawab lalu yang membantu menjawab adalah Jibril.
Tetapi di lain kesempatan, Muhammad yang sok tahu mencoba menjawab dengan
kemampuan sendiri dan inilah ayatnya.

10:3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam
enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan.
Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat)
yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu
tidak mengambil pelajaran?

Salam Damai

Berhala dan Tuhan

Mbak Dwi yang baik,
masih ingat barangkali pepatah "Tong Kosong Nyaring Bunyinya."
Tong yang kosong setelah diisi air bunyinya tidak nyaring lagi ketika dipukul.
Mbak, tong yang kosong itu berhala sedangkan tong yang berisi itu Tuhan.
Para penyembah berhala sibuk membunyikan tong kosong, ributnya setengah mati
Mbak, pagi-pagi mereka sudah berteriak-teriak Awloh hu akbar. Siang sedikit dia
tanya ke anaknya, "Kamu sudah sholat belum", sore dia tanya kepada temannya, "Eh
kamu tahu tidak Tuhan itu seperti apa." Dijawab oleh temannya, "Tuhan itu....."
Dengan angkuh dibantahnya, "Salah, goblok, Tuhan itu Dzat, dan kalau mau lihat
Tuhan hadapkan mukamu ke Kabah di Arab."
Mereka sibuk membicarakan Tuhan ke sana ke sini, seperti tong kosong yang
nyaring bunyinya karena yang mereka sembah hanyalah berhala. Di kepala mereka,
manusia yang tidak sempurna (pemimpin perang, melakukan pelecehan seksual)
disempurnakan dalam batok kepala mereka menjadi orang paling sempurna seperti
Tuhan, dari rongsokan disulap dalam batok kepala mereka menjadi Tuhan, itulah
berhala Mbak.
Tapi orang yang mengerti Tuhan tidak pernah menanyakan kepada sesamanya, "Apakah
kamu sudah sembahyang?" Karena dia tahu Mbak bahwa Tuhan tidak minta disembah.
Mereka tidak pernah menanyakan Tuhan seperti apa, karena mereka tahu Tuhan itu
Maha Besar sehingga tidak bisa diuraikan dengan kata-kata. Namun untuk
memudahkannya memahami Tuhan, dari yang sempurna mereka buat yang sederhana,
dari yang Maha Besar mereka buat replika kecilnya. Mereka sadar betul yang
replika bukan pengganti yang besar. Mereka buat patung lalu diisi dengan
pemahaman bahwa patung itu bukan pengganti yang sempurna, mereka berkomunikasi
dengan Tuhan bukan dengan patungnya. Mereka tidak menanyakan kepada sesamanya
Tuhan itu seperti apa, tetapi mereka melihat apa yang dikerjakan sesamanya. Bos
yang lagi memimpin rapat untuk kepentingan kesejahteraan seluruh karyawan,
mereka bilang, Bos sedang mewujudkan kehendak Tuhan. Melihat tukang sapi di
jalan yang melakukan tugasnya dengan baik, mereka bilang orang kecil itu ikut
menyempurnakan karya Tuhah. Tuhan hadir di dalam diri mereka sehingga mereka
tidak pernah bertanya kepada sesamanya apa itu Tuhan.
Salam Damai

Mengapa Babi Haram bagi Umat Islam

Di dalam hukum Taurat, banyak binatang yang diharamkan, al.l tikus dan babi. Tetapi Muhammad mengatakan yang diharampakan bagi umat Islam hanya babi, sedangkan tikus tidak haram dan dari cerita Islam disebutkan bahwa Kucuing adalah binatang kesayangan Muhammad.
Saya tidak paham apa alasan Muhmmad mengatakan bahwa bagi umat Islam haya babi yang diharamkan. Hari ini saya mendapat kiriman e-mail berisi cerita dari China, baru saya bisa menduga rupanya Muhammad juga mendengar dongeng dari China sebelum memutuskan babi haram. Perhatikan cerita di bawah ini:

Dahulu kala, menjelang tanggal 30 bulan 12 penanggalan China (sehari sebelum tahun baru Imlek), Sang Buddha menyebarkan pengumuman kepada binatang-binatang di seluruh negeri.

Isi pengumuman itu sepert ini:

"Besok pagi di Tahun Baru, Aku akan memilih binatang yang paling
dahulu datang ke sini, dari nomor 1 sampai nomor 12. Lalu, setiap
tahun Aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai jenderal berdasarkan urutan yang tiba di tempat-Ku".

Tertanda,
Buddha.

Dalam sekejap, topik itu menjadi hangat diantara para binatang.

Para binatang sangat tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin
menjadi Jenderal. Waktu itu Tikus dan Kucing bersahabat baik. Kucing
yang suka tidur berkata pada Tikus agar jangan sampai lupa
membangunkannya untuk berangkat bersama.

Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat. Tikus tidak ingin Kucing menjadi saingannya. Tikus melihat sapi pergi lalu meloncat dan menumpang di punggung Sapi, tapi Sapi tidak menyadari hal itu.

Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Harimau, Naga,
Ular, Kelinci, Ayam, Domba, Kuda, dan Babi semuanya berangkat
berlari menuju ke tempat Sang Buddha. Sedangkan Kucing, masih dibuai tidur karena lupa dibangunkan Tikus yang sudah berangkat menumpang Sapi.

Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tempat
tinggal Dewa adalah...Sapi. Tapi kemudian Tikus melompat ke depan
dan mendarat tepat di hadapan Buddha. Maka Tikus pun menjadi yang
pertama.

"Selamat Tahun Baru, Buddha," kata Tikus kepada Sang Buddha.

Selanjutnya barulah Sapi, harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba,
Monyet, Ayam, dan Anjing datang berurutan. Babi yang paling berjalan paling pelan berada di urutan belakang. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang 1 sampai 12 sesuai dengan urutan kedatangannya.

Dua belas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Bintang.

Kucing yang tidak berhasil masuk ke dalam 12 Shio Binatang sangat
murka mengetahui kelakuan Tikus yang tidak membangunkannya. Itulah penyebab Kucing bermusuhan dengan Tikus sampai kini.

Karena babi paling belakang, babi diharamka bagi umat Islam, tetapi perseteruan antara kucing dan tikus menarik hati Muhammad yang mengajarkan memerangi kafir yang tidak akan berhenti selama dunia masih ada. Muhammad memilih kucing sebagai binatang kesayangannya, karena kucing selalu mengejar tikus demikianlah diharapkan para Mukmin selalu mengejar Kafir.

Salam Damai

7 kebohongan Islam

1. Nabi Ibrahim datang ke Mekah.

Bahwa rumah Allah Israel yang pertama dibangun adalah Bait Allah yang terletak
di Yerusalem diakui oleh Muhammad pada awal upayanya menjadi nabi. Karena itu
umat Islam yang awal, diperintahkan dalam sholat menghadap Kiblat yang berada di
Yerusalem, yaitu Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, raja Yahudi, pada tahun
1000 SM.

Bukti Muhammad mengakui bahwa Islam pernah berkiblat ke Bait Allah di Yerusalem
ada di ayat 2:142:

2:142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah
yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu
mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan
barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang
lurus".

Yang dimaksud Baitul Maqdis adalah Bait Allah Israel yang terletak di Yerusalem.
Setelah tidak ada orang Yahudi mau menjadi Islam, kiblat Islam dipindahkan oleh
Muhammad ke Kabah, yang waktu itu masih dikuasai oleh suku Quraisy sebagai
tempat pemujaan. Lalu Muhamamd berbohong tentang rumah Tuhan (Baitullah) dengan
mengatakan bahwa Baitullah yang pertama di bangun adalah Kabah yang di Mekah.
Perhatikan ayat berikut.

3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat)
manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi
petunjuk bagi semua manusia.

Muhammad menambahkan kebohongannya dengan memasukkan ke dalam al-Quran bahwa
maqam Ibrahim ada di Kabah dan Ibrahim pernah datang ke Kabah lalu diperintahkan
oleh Awloh untuk membersihkan bangunan itu.

2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat
berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam
Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail:
"Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku'
dan yang sujud."

2:127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar
Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami
(amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

3:97. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim;
barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji
adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji),
maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Jika Ibrahim yang dimaksud Muhammad tokoh yang berbeda dengan Abraham yang ada
di Alkitab sebenarnya tidak masalah tetapi karena al-Quran mencantumkan juga
bahwa putra Abraham adalah Ismael dan Ishaq dan keponakan Ibrahim adalah Luth,
tidak bisa dipungkiri bahwa yang dimaksud Muhammad dengan Ibrahim adalah Abraham
yang ada di Alkitab dan di dalam Alkitab disebutkan makam Abraham ada di Gua
Makhpela di Tanah Kanaan (Israel sekarang), dengan demikian makam Ibrahim di
Mekah menjadi bohong.

Kejadian 25:7-11
Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati
pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan
kepada kaum leluhurnya. Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia
dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang
letaknya di sebelah timur Mamre, yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di
sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya

Menurut cerita Abraham yang ada di dalam Alkitab, mula-mula Abraham adalah
penduduk Ur-Kasdim yang terletak di lembah sungai Messopotamia (Irak sekarang)
lalu pergi ke Tanah Kanaan. Karena ada kelaparan di Tanah Kanaan, Abraham dan
keluarganya mengungsi ke Mesir, lama tinggal di Mesir menjadi kaya lalu kembali
ke Tanah Kanaan sampai meninggal di Tanah Kanaan. Jarak yang ditempuh dari
Messopotamia ke Tanah Kanaan, lalu ke Mesir dan kembali lagi ke Tanah Kanaan
sekitar 2000 km. Dengan berjalan kaki jarak sejauh itu mungkin saja ditempuh
selama hidup. Tetapi menjadi tidak mungkin, Muhammad mengatakan Ibrahim datang
ke Mekah yang jaraknya sekitar 1200 km dari Tanah Kanaan dan meninggal di Mekah.
Ketika Muhammad hidup kisah tentang Abraham yang ada di Alkitab sudah berusia
sekitar 1200 tahun, lalu Muhammad tiba-tiba mengatakan maqam Ibrahim ada di
Mekah, menjadi jelas bohong besar. Araham tidak mungkin datang ke Mekah dan
tidak ada alasan datang ke Mekah karena 2500 tahun sebelum Muhammad lahir belum
ada kehidupan di Mekah dan orang yang namanya Abraham diperkirakan hidup 2000
tahun sebelum Masehi atau 2500 tahun sebelum Muhammad lahir.

Jika cerita tentang Ibrahim yang dimaksudkan Muhammad hanyalah dongeng yang
tidak perlu diangap seritus tidak menjadi masalah. Tetapi karena al-Quran harus
dipercaya sebagai kata-kata Awloh dan cerita Ibrahim berasal dari Awloh yang
tidak mungkin salah persoalan menjadi serius. Jika sejarah Kabah ditulis apa
adanya, dibangun oleh orang Arab Quraisy sebagai tempat pemujaan yang diduga ada
pengaruh Hindu dan cerita itu ditulis dalam sejarah Arab, maka apa yang
didongengkan oleh Muhammad di dalam al-Quran menjadi salah dan akan menunjukkan
bahwa al-Quran isinya bohong. Karena itu dengan sengaja orang Arab menghapus
sejarah masa lalu bangsanya sendiri agar al-Quran tidak terbongkar bohongnya.
Coba cari sejarah Arab sebelum Islam sudah dihapus dan belakangan ada yang
menulis sejarah Kabah berdasarkan penelitian. Tuisan itu pernah ada di internet,
tetapi kemudian hilang sejak ribut-ribut Kartun nabi.

2. Air Zam-zam

Salah satu kegiatan penting orang yang baik haji adalah mendapat air Zam-zam dan sedapat mungkin membawa pulang air Zam-zam sebagai oleh-oleh. Dalam cerita Islam air Zam-zam itu berasal dari cerita Siti Hagar dan anaknya Ismail yang sumber aslinya ditulis di dalam Kitab Kejadian yang sudah ditulis oleh orang Yuhudi sekitar 1250 tahun sebelum Muhammad lahir. Perhatikan cerita di bawah ini.

Pada mulanya Sarai istri Abram (kemudian nama itu diganti oleh Tuhan menjadi Abraham dan istrinya dari Sarai menjadi Sara) yang mandul menjadi putus asa karena janji Tuhan memberinya keturunan tidak juga dipenuhi, lalu ia memberikan budaknya yang orang Mesir yang dalam Aliitab disebut bernama Hagar, untuk disetubuhi oleh suaminya dan ketika Hagar mengandung, budak itu mulai menyebalkan Hagar lalu Hagar curhat kepada suaminya.

Kejadian 16: 6-16 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Setelah itu ternyata janji tuhan dipenuhi, Sara mengandung dan lahirlah Ishak. “Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.” (Kejadian 21:5)
Setelah mendapatkan anak, Sara tidak senang dengan Ismael Perhatikan cerita selanjutnya.

Kejadian 21: 8-21 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Dari cerita itu Muhammad memasukkan ke dalam al-Quran cerita Ismail tetapi hanya sebagian kecil dan berubah dari aslinya. Muhammad mengaku disuruh Tuhan menceritakan kisah Ismail kepada orang Arab dan cerita itu ada di dalam al-Quran.

19:54-55. Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.

2:127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud."

Di dalam al-Quran tidak disebutkan bahwa mata air Zam-zam adalah mata air yang tiba-tiba muncul setelah Hagar membuang Ismail tetapi dalam cerita Islam disebutkan bahwa mata air Zam-zam itu adalah mata air yang tiba-tiba muncul setelah Hagar melempar Ismail. Jarak dari sumur yang diceritakan di dalam Alkitab ke sumur Zam-zam sekitar 1200 km dan tidak mungkin wanita Mesir itu bejalan sejauh itu bersama anaknya yang berumur 14 tahun. Cerita tentang air Zam-zam dikaitkan dengan Hagar dan Ismail jelas hanya dongeng Muhammad yang aslinya bersumber dari Alkitab. Sesungguhnya Muhammad tidak perlu mengatakan Awloh yang menyuruhnya menceritakan tentang Hagar dan Ismail. Sebaiknya jujur saja bahwa dongeng itu karangannya sendiri dan jika itu memang dongeng ya tidak apa-apa orang boleh percaya, boleh tidak.

Karena jumlah orang yang naik haji bertambah, pemerintah Arab Saudi khawatir bahwa air Zam-zam satu saat akan habis lalu dicari jalan keluar. Diundanglah kafir Amerika untuk mengatasi masalah itu karena Awloh yang disembah dengan nunggang-nungging lima kali sehari tidak peduli bahwa air Zam-zam akan habis. Kafir Amerika mengusulkan dibuat penyulingan air laut. Pemerintah Arab Saudi setuju lalu dibangunlah penyulingan air laut dengan kapasitas besar dan agar pembangunan instalasi itu tidak diketahui umum, dibuat di bawah tanah. Walau dirahasiakan, pembangunan instalasi penyulingan air laut itu pernah dimuat di majalah Times.

3. Padang Arafah (Jabal Rahma)

Seorang teman yang baru pulang dari haji bercerita tentang Padang Arafah yang katanya tempat diturunkannya Adam dan Hawa dari surga. Mendengar cerita itu saya bertanya dari mana sumber cerita itu? Lalu dia menunjukan kepada saya buku panduang naik haji yang dikeluarkan Departeman Agama RI dan dibagikan kepada calon jemaan sebelum berangkat haji dan memang saya baca di buku itu diceritakan bahwa Padang Arafah adalah tempat bertemunya Adam dan Hawa, manusia pertama di dunia.

Lebih dari 1000 tahun sebelum Muhammad, orang buta huruf yang ingin menjadi nabi dilahirkan, kisah tentang Adam sudah ada di Kitab Kejadian, salah satu kitab dari lima kitab yang berasal dari zaman Musa dan Musa diperkirakan hidup di dunia lebih dari 1500 tahun sebelum Muhammad lahir.

Di dalam Kitab Kejadian tidak disebutkan di mana Adam dan Hawa diturunkan dari Surga ke Bumi, lihat cerita selengkapnya.

Kejadian 2:8-25 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. (9) Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (10) Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. (11) Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. (12) Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. (13) Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. (14) Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. (15) TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (16) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, (17) tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (18) TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (19) Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. (20) Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. (21) Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. (22) Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. (23) Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." (24) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (25) Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Kejadian 3:1-24 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

15:26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

2:36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu[*] dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
[*]. Adam dan Hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan Allah menyuruh mereka turun ke dunia.

Salam Damai

Surat ke MUI

--- On Sat, 5/2/09, Made Bali wrote:
From: Made Bali
Subject: Mohon Penjelasan dan Masukan
To: mui-online@mui.or.id, sekretariat@mui.or.id
Date: Saturday, May 2, 2009, 1:39 AM

Bapak-bapak MUI yang terhormat,
secara iseng diskusi di milis, saya merumuskan 7 Kebodohan Muhammad, orang buta huruf yang ingin menjadi nabi dan tulisan ini banyak mendapat masukan dari teman-teman yang Islam.
Tetapi karena banyak orang Islam tidak punya otoritas mengatakan kebenaran Islam, saya mohon kepada Bapak-bapak MUI untuk memberi masukan atas tulisan tersebut, mana yang salah dan mana yang tidak baik untuk disebarluaskan.
Atas bantuan Bapak-bapak MUI sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.
Salam Damai