Islam Memang Sesat

Sebelum mencoba menjadi nabi bagi Allah Israel, Muhammad adalah penyembah berhala, sama seperti orang Quraisy lainnya yang mengagungkan Kabah sebagai tempat suci mereka. Setelah berusia 40 tahun Muhammad mengajak orang Arab untuk menyembah Allah Israel dengan berkiblat ke Bait Allah di Yerusalem dan mulailah perjuangan Muhammad mendirikan agama baru yang diberi nama Islam. Apa itu Islam mari kita lihat apa yang dijelaskan di dalam al-Quran, ayat-ayat yang keluar dari mulut Muhamamd.

2:132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam."

Ada 24 nabi yang disebut Muhammad sebelum namanya dansebagian besar nama-nama itu diambil dari kitab Yahudi, dari Adam sampai Isa, termasuk Daud dan Salomo yang menajadi raja Israel, disebut dalam Islam sebagai nabi dan kata Muhammad sejak Adam mereka semua sudah Islam hanya orang Yahudi dan Nasrani yang menjadi sesat karena meninggalkan Islam. Di ayat di atas Muhammad menyebutkan Abraham dan anak-anaknya sudah Islam dan berharap mati tetap Islam. Abraham membuat pejanjian dengan Allah yang ditemuinya, bahwa mulai dari Abraham turun temurun akan disunat sebagai bukti umat Allah. Tapi Muhammd tidak disunat dan di dalam al-Quran Muhammad tidak mencantumkan kewajiban sunat, artinya Muhammad bukan beragama seperti agama Abraham atau Islam yang dimaksud Muhamamd bukanlah agama Abraham.

Muhammad memang mencari pengikut dari kalangan orang Arab agar mau masuk Islam. Selama tiga tahun tidak ada yang mau ikut lalu taktik diubah, ada program bantuan untuk orang miskin dan mulai ada pengikut dari kalangan miskin dan bekas budak. Apa yang dipromosikan Muhamamd tentang Islam bukan ajaran bagaimana menjadi orang baik tetapi Islam itu yang dipromosikan.

3:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

2:208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Memang awalnya Muhammad mencoba mencari pengikut dengan bermodalkan melantunkan ayat-ayat yang katanya al-Quran, kitab suci bagi orang Arab dalam bahasa Arab, sehingga wajar Muhammad memasukan ayat berikut ke dalam al-Quran.

2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Banyak janji dan promosi yang diobral Muhammad agar ada orang mau menjadi pengikutnya, perhatikan ayat berikut.

3:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

30:43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah[1172].
[1172]. yakni sebahagian mereka berada dalam surga dan sebahagian lagi berada dalam neraka.

3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
[189]. Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

Tidak cukup dengan promosi-promosi yang menyatakan bawah Islam adalah agama Allah dan diridhoi Allah, Muhammad menambahkan apa untungnya masuk Islam.

2:143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
[95]. Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

68:35. Maka apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) [1496]?
[1496]. Maksudnya: sama tentang balasan yang disediakan Allah untuk mereka masing-masing.

72:16. Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

Apakah dengan masuk Islam serta merta orang berubah menjadi adil dan menjadi lebih baik dari orang kafir? Jelas ayat ini menyesatkan orang menjadi adil adalah perjuangan pribadi tidak mungkin dengan sim salabim masuk Islam orang akan berubah. Yang lebih parah Muhammad menjanjikan jika masuk Islam akan diberi minum, apa kenyataannya dari dulu hingga sekarang bisa dilihat soal makan dan minum orang harus berjuang dan berusaha, tidak bisa didapat hanya dengan menjadi Islam.

Karena tidak juga orang mau masuk Islam , Muhammad mulai mengatakan bahwa semuanya kehendak Allah Swr.

6:125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
[503]. Lihat no. [34].

10:25. Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)[685].
[685]. Arti kalimat Darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. Pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tapi karena Allah Swt ternyata tidak mau mengubah orang Arab yang tidak mau masuk Islam menjadi mau masuk Islam, Muhammad mulai main kekerasan mereka diperangi dan ayat perang itu ada di dalam al-Quran.

48:16. Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih."

9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
[638]. Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.

Sampai kapan orang-orang Islam terus diprovokasi oleh Muhammad untuk memerangi orang-orang yang belum masuk Islam? Perhatikan ayat berikut.

9:6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Ayat ini dilantunkanMuhammad ketika ditegur suku Quraisy agar tidak mengganggu kegiatan beribadah di sekitar Kabah. Muhammad mengatakan agamamu dan agamaku, banyak Muslim mengatakan itu bukti toleransi, tapi itu tidak benar. Ayat itu bukan pengakuan Muhamamd bahwa di luar Islam ada kebenaran. Menurut Muhammad di luar Islam pasti salah dan harus diperangi, baca ayat berikut.

8:39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
[611]. Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
[612]. Maksudnya: Menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil.

Muhammad menggiring pengkutnya untuk perang menegakkan Islam karena di luar Islam adalah kafir dan sesat yang harus dimusnahkan agar tidak ada lagi fitnah, akankah ada kedamaian jika agama ini dibiarkan terus diajarkan di bumi tercinta ini?

Demi Panca Sila, orang yang mencintai Indonesia, harus berani mengatakan Islam sesat dan menyesatkan

Perhatikan setiap kritik tentang Islam yang muncul di FB atau milis selalu diserang balik oleh pengikut Muhammad dengan mencaci maki Kristen, padahal kritik itu tidak keluar dari penganut Kristen. Mengapa bisa begitu? Kebencian terhadap agama lain diajarkan oleh Muhammad dan tertulis di dalam al-Quran. Adalah kewajiban Muslim memerangi kafir dan paling tidak harus bersikap keras terhadap kafir.

Siapakah kafir menurut Muhammad? Orang yang pertama dikafirkan oleh Muhammad yang darahnya dihalalkan adalah orang sebangsanya sendiri, yaitu suku Quraisy yang difitnah sebagai penyembah berhala. Tidak heran pada Ustadz melalui pengeras suara di mesjid mengatakan orang Hindu penyembah berhala, karena Kabah yang didirikan orang Quraisy berasal dari ajaran Hindu.

Setelah orang Yahudi di Madinah tidak mau mengakui Muhmmad sebagai nabi, orang Yahudi dijadikan kafir berikutnya yang harus diperangi. Akibatnya satu suku Yahudi yang sudah lama tinggal di Yatrib diusir tanpa boleh membawa harta benda dan harta benda itu dirampas oleh Muhammad dan satu suku lagi kemudian dibantai.

Orang yang dijadikan kafir berikutnya adalah orang Nasrani yang tidak mau menjadi Islam. Mereka diperangi dan yang tetap membangkang sebagian tidak dibunuh tetapi diwajibkan membayar uang keamanan kepada penguasa Islam.

Di Indonesia tidak ada Yahudi, orang Hindu umumnya menghindari perselisihan lalu yang dijadikan musuh oleh Islam adalah Kristen, karena itu setiap kritik selalu dikatakan ini pasti Kristen, padahal kita perlu menempatkan masalah Islam yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri kita tercinta ini tidak dalam hubungan antar agama tetapi dalam hubungan dengan Panca Sila, mari kita lihat kaitannya.

Panca Sila yang disampaikan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 dimulai dengan “Peratuan Indonesia” di urutan pertama dan ditutup dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” di urutan kelima. Panca Sila ini yang diakui PDI Perjuangan karena pemikiran dasarnya benar. Bangsa ini pertama harus bersatu tetapi agar persatuan Indonesia tidak menjadi sombong dalam pergaulan bangsa-bangsa harus diiringi sila “Perikemanusiaan” dan pada urutan ketiga ada “Demokrasi” yang diikuti “Keadilan Sosial” artinya domokrasi itu untuk kepentingan rakyat banyak. Baru pada urutan kelima sebagai penutup ada “Ketuhanan Yang Maha Esa”, tuhan itu menjadi urusan pribadi masing-masing, masalah Tuhan yang sarat perbedaan harus diletakan dalam ruang lingkup pribadi.

Apa yang terjadi setelah Bung Karno menyampaikan Panca Sila, tokoh Islam minta agar dasar negara adalah Islam. Bung Karno menangis harus berjuang sendirian, tidak ada yang mendukung dan sebagai kompromi lahirlah Piagam Jakarta dan sebagai jalan tengah urutan diubah “Ketuhanan Yang Maha Esa” ditaruh diurutan pertama dan “Persatuan Indonesia” baru ada di urutan ketiga. Di samping itu di sila pertama ditambahkan “Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” Bung Karno terjepit dan Bung Karno tetap melihat rumusan itu akan menghancurkan Indonesia apalagi ada tambahan presiden Indonesia harus beragama Islam.

Rumusan itu akan masuk ke UUD 45 dan Bung Karno yang berbudi pekerti sangat luhur tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Pada tanggal 18 Agustus ada rapat menentukan UUD 45, mulailah drama penyelamatan oleh Bung Karno yang memang sangat piawai bermain drama. Sore hari sebelum rapat ada perwira angkatan laut Jepang menemui Hatta mengatakan jika rumusan itu diterima, Indonesia Timur tidak akan ikut kemerdekaan. Hatta kaget dan berjanji akan memperhatikan hal itu. Pagi hari tanggal 18 Agustus Bung Karno tidak mau memimpin rapat dan ketua rapat diserahkan kepada Hatta yang kemudian berusaha meyakinkan tokoh Islam bahwa tujuh kata di sila pertama harus dihilangkan dan syarat presiden harus Islam juga harus dihilangkan agar tidak terjadi perpecahan dan rapat itu berhasil menyelamatkan Indonesia. Apa benar ada permintaan dari Indonesia Timur, tidak ada bukti sejarah, kemungkinan kejadian itu hanya akal-akalan Bung Karno yang tentu harus kita hargai dan banggakan.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, agar tidak ada partai agama di Indonesai, Bung Karno menjadikanPNI sebagai satu-satunya partai di Indonesia yang menjadi partai negara. Tapi kemudian Hatta mengeluarkan Maklumat Wakil Presiden no.X yang membolehkan banyak partai. Maklumat itu sesungguhnya sebuah kudeta tetapi demi persatuan Bung Karno mengalah sehingga pembetukan PNI sebagai partai negara batal lalu bermunculan banyak parta, juga partai agama. Walaupun sudah ada partai Islam, tetapi ketidakpuasan bahwa Indonesia tidak berdasar Islam terus berlanjut dan muncullah Daraul Islam yang mengangkat senjata mendirikan negara Islam

Setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda di tahun 1949, dibentuk Republik Indonesia Serikat di mana anggota DPRS sebagian besar dikuasai Masyumi dan ada kewajiban menyelenggarakan pemilihan umum. Bung Karno sudah melihat bahwa jika ada pemilihan umum, Masyumi pasti menang dan Indonesia pasti menjadi negara Islam. Untuk mencegah hal itu terjadi, Bung Karno mendorong PNI agar menjadi partai besar tetapi ternyata tidak mudah, orang nasionalis tidak bisa melihat bahwa Islam berbahaya bagi persatuan Indonesia, karena sebagain besar anggota PNI juga beragama Islam. Jalan keluarnya Bung Karno memberi peluang PKI bangkit kembali setelah melakukan Kudeta di tahun 1948. Apa yang diupayakan Bung Karno berhasil, dalam pemilu tahun 1955 Islam tidak berhasil mendapat kursi mayoritas di Konstituante dan perjuangan mendirikan negara Islam lewat kosntituante berhasil digagalkan. Lalu keluarlah Dekrit Presiden yang menyatakan Indonesia kembali ke UU 45. Tapi perseteruan antara Islam dan PKI kemudian menjadi sengit yang berakibat sangat tragis lebih dari 500.000 anggota dan simpatisan PKI dibantai pada tahun 1965.

Hingga sekarang usaha mendirikan negara Islam di Indonesia tidak pernah hilang dan sudah saatnya di alam keterbukaan sekarang kehadiran Islam di Indonesia dibahas secara terbuka dalam suasana damai demi kepentingan Indonesia,dengan semangat agama boleh datang dan boleh pergi tapi NKRI harus tetap tegak berdiri.

Apa yang harus dilakukan? Menggunakan Panca Sila sebagai pedoman menentuikan agama mana yang boleh berkiprah di Indonesia. Agama yang menghianati atau bertentangan dengan Panca Sila harus angkat kaki dari Indonesia.

Kita mulai dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang berarti Tuhan bagi orang Indonesia adalah Tuhan yang berbahasa Indonesia dan mencintai semua orang Indonesia tanpa kecuali. Dengan ukuran ini Allah Swt harus dengan tegas kita katakan tidak bisa menjadi Tuhan bagi orang Indonesia, karena Allah Swt hanya bisa bahasa Arab dan Allah Swt tidak mau menjadi Tuhan orang Indonesia yang kafir (bukan Islam) bahkan Allah Swt memerintahkan memerangi kafir yang tentu perintah ini membahayakan persatuan Indonesia. Karena umat Islam diajarkan untuk memerangi kafir jelas Islam tidak mendukung “Persatuan Indonesia” bahkan mengancam persatuan Indonesia. Islam yang menghalalkan pemubunuhan juga bertentangan dengan sila “Perikemanusiaan”. Diuji dengan sila “Demokrasi” jelas Islam tidak mengajarkan demokrasi yang diajarkan Islam adalah “Kalifah” Apakah Islam mengajarkan “Keadilan Sosial” ? Jika ukurannya yang kaya harus membayar pajak lebih besar, jelas tidak sesuai dengan sistem zakatyang diajarkan Islam. Tapi yang paling pokok yang harus berani kita katakan adalah Islam bertentangan dengan Pancas Sila karena ajaran mengkafirkan sesama anak Indonesia tetap akan merongrong persatuan Indonesia.

Masalah ini harus dibahas dalam forum terbuka yang beradab, bukan dalam bingkai kerukunan umat beragama tetapi dalam bingkai NASIONALISME dan sudah saatnya kaum Nasionalis berani memisahkan antara Islam sebagai agama dan Islam sebagai ideologi. Islam sebagai agama harus ditempatkan dalam ruang lingkup pribadi tetapi sebagai ideologi kaum Nasionalis harus berani mengatakan tidak ada ruang bagi Islam dalam perjuangan membangun persatuan Indonesia dan bagi teman-teman di Indonesia Timur mungkin sudah saatnya berperan aktif meminta klarifikasi secara terbuka, apakah Islam bertentangan dengan Panca Sila.

Pada kejadian tanggal 17-18 Agustus tahun 1045 nama Indonesia Timur mungkin dicatut Bung Karno dan saatnya sekarang orang Indonesia Timur menunjukan keprihatinannya terhadap persatuan Indonesai dan sungguh-sungguh menuntut persatuan Indonesia di letakkan di atas dasar yang benar yaitu Panca Sila sehingga semua ajaran dan ideologi yang bertentangan dengan Panca Sila secara bijak dan bertahap harus dihilangkan dari bumi pertiwi.

Saya hanya menulis, silahkan direnungkan, mudah-mudahan ada manfaatnya.

Muhammad yang merampas harta orang, membantai suku Yahudi, melegalkan jinah, mengapa dipercaya sebagai orang sempurna?

Dalam tulisan berjudul “Bermodal al-Quran, Muhammad yang buta huruf berhasil menyesatkan banyak orang” kita sudah membahas bagaimana orang dengan mudah diperdaya oeh Muhammad bahwa al-Quran adalah kitab sempurna hanya karena dinyatakan di dalam al-Quran bahwa kitab itu adalah kitab sempurna dan karena al-Quran susah dimengerti bukan karena baik tetapi karena tidak jelas apa maunya, pengikut Muhammad hanya percaya pada pernyataan yang ada di dalam al-Quran yang dipercaya sebagai kata-kata Allah Swt tanpa mau melihat apa isi al-Quran sebenarnya.

Karena percaya bahwa isi al-Quran adalah kata-kata Allah Swt dengan mudah orang juga percaya bahwa Muhammad adalah manusia yang berbudi pekerti agung karena al-Quran menyatakannya, perhatikan ayat berikut.

68:1-6. Nun[1489], demi kalam dan apa yang mereka tulis, berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.

Dan bahwa Mumad adalah orang mulia juga dinyatakan dalam al-Quran pada ayat berikut.

69:40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

Karena membaca al-Quran tidak mudah dan ada petunjuk bahwa orang tidak boleh sembarangan menafsirkan al-Quran dan yang boleh menafsirkan isi al-Quran hanya orang yang diberi petunjuk, yaitu pada Ustadz dan ahli agama Islam, para pengikut Muhammad hanya berpegang pada ayat-ayat yang menyatakan Muhammad berbudi pekerti agung dan orang mulia tanpa mau dan bisa mempelajari lebih dalam apa sebenarnya yang telah diperbuat Muhammad selama hidupnya dan cerita tentang kelakuan buruk Muhammad bukanlah berita bohong tetapi tercantum di dalam al-Quran yang harus dipercaya pasti benar karena datang dari Allah Swt. Mari kita lihat kejahatan atau perbuatan tak terpuji apa yang pernah dilakukan Muhammad yang tercatat di dalam al-Quran.

Muhammad merampas harta orang lain
Karena kesulitan hidup di Yatrib (Madinah) setelah hijrah dari Mekah, Muhammad beserta pengikutnya melakukan penjarahan terhadap kafilah sukunya sendiri yaitu suku Quraisy yang sadang dalam perjalanan ke Syria. Tetapi peristiwa itu tidak dicatat di dalam al-Quran karena itu kita kesampingkan saja.

Sebelum melakukan penjarahan Muhammad pernah mendatangi salah satu suku Yahudi yang sudah lama tinggal di Yatrib, minta diakui sebagai nabi, mungkin pikirnya dengan diakui sebagai nabi maka masalah hidup tidak menjadi sulit. Ternyata ditolak mentah-mentah oleh orang Yahudi karena tidak mungkin ada nabi dari orang Arab. Setelah penjarahan terhadap suku Quraisy berhasil dan kemudian timbul perang dengan suku Quraisy di Sumur Badar yang dimenangkan Muhammad, timbul keberanian Muhammad untuk bersikap lebih tegas kepada Yahudi, suku yang pernah menolaknya sebagai nabi diusir dari Yatrib tanpa boleh membawa harta mereka dan harta yang ditinggalkan dirampas oleh Muhammad untuk dibagi-bagikan kepada pengikutnya. Kejadian ini dicatat di dalam al-Quran.

59:2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
[1463]. Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah.

Perampasan itu jelas kejahatan, tidak bisa dibenarkan hanya karena Muhammad mengaku mendapat perintah dari Allah Swt. Setelah itu perang terus berlanjut karena suku Quriasy tidak bisa membenarkan jalur perdagangannya menjadi tidak aman. Suku Quraisy mengirim pasukan untuk menghancurkan Yatrib. Tapi penyerbuan itu juga tidak berhasil menghancurkan Muhammad beserta pengkutnya. Setelah orang Quraisy kembali ke Mekah, satu suku Yahudi yang dituduh bersekongkol dengan orang Quraisy dibantai, semua laki-laki yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh dengan pedang. Kejadian itu juga dicatat di dalam al-Quran.

Muhammad membantai orang Yahudi
33:26. Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan[1210].
[1210]. Sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, maka Allah memerintahkan Nabi untuk menghancurkan Bani Quraizhah (Ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka. Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan.

Kisah itu diceritakan dalam Kisah hidup nabi berdasarkan sumber klasik ditulis oleh Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din).

“Pagi harinya, Nabi memerintahkan agar menggali parit yang panjang, dalam, dan sempit di lokasi pasar. Kaum Pria, semuanya kira-kira tujuh ratus orang - menurut beberapa pihak lebih dari itu dan menurut yang lain kurang - dibagi dalam beberapa kelompok kecil, dan setiap kelompok di suruh duduk di sepanjang parit yang akan menjadi tempat pemakaman mereka. Kemudian Ali, Zubayr, dan para sahabat lain yang lebi muda memenggal kepala mereka, masing-msing dengan sabetan pedang. Ketika Huyay berjalan ke pasar, ia menoleh kepada Nabi yang tengah duduk bersama para sahabatnya...(Hal. 441)"

Pembantaian itu sangat kejam, mengapa tidak diusir saja seperti Bani Nadir dan alasan Allah Swt memerintahkan pembataian itu juga tidak mungkin bisa diterima sebagai pembenaran.

Kejahatan lain yang dilakukan Muhammad adalah pelecehan seksual, Muhammad mengambil anak di bawah umur sebagai istri keduanya dan menyetubuhi anak itu segera setelah mendapat menstruasi padahal usia Muhammad waktu itu sudah sekitar 50 tahun. Kejadian itu tidak dicatat di al-Quran. Muhammad mengatakan di dalam al-Quran, laki-laki boleh mempunyai 4 istri tetapi Muhammad sendiri pernah punya 11 istri.

Bagaimana Muhammad menggauli istrinya yang pernah mencapai 11 orang diceritakan dalam Hadis Sahih al-Bukhari Volume 1, Buku ke-5, Nomor 168, ditulis bahwa Anas bin Malik berkata, "Nabi biasanya pergi mengunjungi semua istrinya secara bergilir, selama siang dan malam, dan mereka jumlahnya ada sebelas." Karena wanita mendapatkan datang bulan secara berkala, kesebelas istri Muhammad tidak dapat setiap hari disetubuhi, tetapi Muhammad tidak membiarkan istrinya yang
sedang mendapat datang bulan tidak dijamahnya. Bagaimana Muhammad memperlakukan istrinya yang sedang datang bulang diceritakan oleh Aisyah, "Setiap kali rasul Allah ingin meraba-raba siapa di antara kami ketika sedang haid, dia akan menyuruhnya memakai Izar (baju dari pinggang ke bawah) dan mulai meraba-raba dia." Cerita itu ditulis di dalam Bukhori Volume 1, Buku ke-6, Nomor 299.

Prilaku buruk Muhammad dalam mengumbar nafsu seksual bukan hanya dijalani dalam hidupnya tetapi juga dinyatakan dalam aturan hukum yang tercantum di dalam al-Quran. Bukan hanya aturan laki-laki boleh mempunyai istri lebih dari satu tetapi juga pemuasaan nafsu laki-laki dipermudah dengan melegalkan palacuran dengan cara membuat tata cara nikah resmi bagi laki-laki sebelum bersetubuh dengan perempuan dan membolehkan talak setelah urusannya selesai. Atuan itu tercantum dalam ayat berikut.

4:24. dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki[282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian[283] (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu[284]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Semua prilaku buruk itu tercantum di dalam al-Quran yang keabsahannya tidak boleh diragukan. Apakah kita tetap membiarkan bangsa ini mengikuti prilaku buruk Muhammad karena dipercaya sebagai nabi? Silahkan direnungkan.

Bermodal al-Quran, Muhammad yang buta huruf berhasil menyesatkan banyak orang

Berbeda dengan Kitab Yahudi yang ditulis banyak orang dalam kurun waktu yang panjang sekitar 2000 tahun mulai dari kisah lisan sampai kitab yang dibukukan, al-Quran berasal dari satu sumber yaitu mulut Muhammad. Ayat-ayat yang diucapkan Muhammad yang katanya kitab untuk orang Arab dalam bahasa Arab tidak diucapkan semuanya dalam waktu yang singkat tetapi sepotong-sepotong selama 20 tahun. Ayat yang diucapkan Muhammad tidak ditulis karena buta huruf tetapi dihafal oleh para pengikutnya yang pada umumnya juga buta huruf dan al-Quran baru diterbiktan dalam bentuk kitab sekitar 20 tahun setelah Muhammad meninggal.

Menurut Muhammad ayat yang diucapkan bukan dari dirinya tetapi ditanamkan ke dalam hatinya oleh Jibril dan Muhammad sendiri buta huruf (ummi) sehingga tidak mungkin bisa membuat ayat-ayat al-Quran dan pernyataan bahwa Muhammad buta huruf dinyatakan di dalam ayat berikut.

7:157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Bahwa namanya ada di dalam Taurat dan Injil jelas tidak ada, jadi dari ayat ini saja sudah bisa dilihat bahwa Muhammad ngibul. Tapi para pengikut Muhammad berusaha menutupi kebohogan itu dengan membuat Injil palsu yang diberi nama Injil Barnabas dan dalam Injil Palsu itu dicantumkan nama Muhamamd (Akhmad). Tapi mengapa Muslim percaya saja bahwa nama Muhammad ada di Tarurat dan Injil akan kita lihat nanti.

Bahwa al-Quran sungguh-sungguh berasal dari Allah Swt dikatakan di dalam al-Quran itu sendiri, Muslim yang percaya bahwa Muhammad ummi sehingga tidak mungkin membuat al-Quran diberi keterangan oleh Allah Swt di dalam al-Quran bahwa al-Quran dari Allah Swt menjadi tambah percaya, perhatikan ayat berikut.

17:105. Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

10:37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya[691], tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
[691]. Maksudnya Al Quran itu menjelaskan secara terperinci hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al Quran itu

6:92. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya[492] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.
[492]. Ialah kitab kitab dan shahifah shahifah yang diturunkan sebelum Al Quran.

18:1. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan[871] di dalamnya;
[871]. tidak ada dalam Al-Quran itu makna-makna yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.

2:23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
[31]. Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad s.a.w.

Membaca al-Quran tidak mudah karena tidak ada sistematikanya, pesan per surat tidak ada, ayat yang satu dengan ayat yang menyusul tidak selalu nyambung atau berkaitan dan Muslim sendiri kesulitan memahami isi al-Quran dan kebiasaan yang ada al-Quran dibaca dengan dilantunkan tanpa pemahanan akan isinya. Yang menjadi pegangan Muslim ayat di dalam al-Quran adalah datang dari Allah Swt, tanpa mau melihat ada makna yang berlawanan, ada penyimpangan. Al-Quran adalah mukjizat dari Muhammad tanpa berusaha meneliti apakah pernyataan itu benar. Perhatikan penyimpangan dari hukum Tarurat, maknanya berlawanan, dan menyimpang dari kebenaran yang dijelaskan berikut ini.

Yang menyimpang dari hukum Taurat:
Immat 11:2-29 Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi: setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan. Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu. Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu...... Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: tikus buta, tikus, dan katak menurut jenisnya.

6:145-146. Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku[517] dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
[517]. Yang dimaksud dengan binatang berkuku di sini ialah binatang-binatang yang jari-jarinya tidak terpisah antara satu dengan yang lain, seperti: unta, itik, angsa dan lain-lain. Sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan hewan yang berkuku satu seperti kuda, keledai dan lain-lain.

Ayat dengan makna yang berlawanan:
2:256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

8:39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
[611]. Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
[612]. Maksudnya: Menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil.

Ayat yang menyimpang dari kebenaran:
48:20. Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu[1401] dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Mengapa Muslim bahkan para pakar Islam tidak mau membandingkan isi al-Quran dengan Taurat dan Injil? karena mereka percaya bahwa Taurat dan Injil yang ada sekarang adalah Taurat dan Injil palsu. Mengapa mereka bisa mengatakan demkian karena mereka percaya pada ayat al-Quran yang isinya sbb.

5:15. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan[408].
[408]. Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dan Kitab maksudnya: Al Quran.

Muhammad dengan cerdik menutup peluang pengikutnya membandingkan isi al-Quran dengan Taurat dan Injil. Perlu diketahui Taurat dan Injil memang banyak versi bahasanya karena ada upaya agar isinya bisa dihapami oleh orang sekarang tapi penulisan itu tidak mengubah isi dari pesan yang disampaikan.

Muslim yang menjadi yakin bahwa al-Quran itu kitab dari Allah Swt yang isinya pasti benar tanpa mau melihat di mana benarnya dibuat lebih kagum lagi oleh Muhammad dengan ayat berikut.

7:204. Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat[591].
[591]. Maksudnya: jika dibacakan Al Quran kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik dalam sembahyang maupun di luar sembahyang, terkecuali dalam shalat berjamaah ma'mum boleh membaca Al Faatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat Al Quran.

39:23. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [1312], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.
[1312]. Maksud berulang-ulang di sini ialah hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang menyebutnya dalam Al Quran supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap. Sebahagian ahli Tafsir mengatakan bahwa maksudnya itu ialah bahwa ayat-ayat Al Quran itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam mukaddimah surat Al Faatihah.

17:45. Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,

Yang dibanggakan adalah keajaiban al-Quran yang membuat gemetar dan bisa menghadirkan dinding antara Mukmin dan kafir. Disamping diagung-agungkan setinggi langit al-Quran juga menyampaikan ancaman bagi yang tidak percaya.

41:41. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.

Al-Quran juga banyak berisi sebagian dari kisah yang ada di dalam kitab Yahudi yang kata Muhammad diwahyukan Allah Swt untuk dimasuikkan ke dalam al-Quran, di bawah ini kita kutip kisah tentang Yusuf yang berasal dari Kitab Kejadian yang dimuat di dalam Kitab Yahudi dan sudah berumur sekitar 1250 tahun ketika Muhammad menyampaikan al-Quran.

12:1-. Alif, laam, raa[741]. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku[742], sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu[743] sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[743]. Dimaksud bapak disini kakek dan ayah dari kakek.

Isi kisah yang disampaikan Muhammad agak berbeda dengan kisah aslinya, kita maklum karena Muhammad tidak bisa membaca kisah aslinya dan hanya mendengar sepotong-sepotong dari orang Yahudi.

Hanya percaya dari pernyataan ayat al-Quran bahwa al-Quran adalah kitab dari Allah Swt yang pasti benar dan pasti sempurna tanpa mau dan bisa melihat isi al-Quran memang menyesatkan dan dilihat dari kenyataan ini Muhammad yang buta huruf sangat berhasil. Kalau saja orang mau melihat isi al-Quran dengan, mudah akan melihat kebohongannya. Kita ambil saja satu ayat.

33:51. Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun[1226].
[1226]. Menurut riwayat, pada suatu ketika isteri-isteri Nabi Muhammad s.a.w. ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka Nabi Muhammad s.a.w. memutuskan perhubungan dengan mereka sampai sebulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi, maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja yang akan diperbuat nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa yang dikehendakinya dan isteri-isterinya atau tidak menggaulinya; dan juga memberi izin kepada Nabi untuk rujuk kepada isteri-isterinya seandainya ada isterinya yang sudah diceraikannya.

Ayat ini ada di dalam al-Quran pasti tidak dimaksudkan untuk menyempurnakan Taurat atau Injil dan juga pasti tidak dimaksudkan untuk memberi petunjuk jalan yang lurus kepada pembacanya.

Apakah penyesatan ini akan terus dibiarkan? Hanya sekedar bertanya dan silahkan direnungkan.

Membangun budi pekerti menuju kesempurnaan hidup diajarkan oleh agama benar, tapi Islam memang agama sesat, semua diberikan Allah Swt

Kasih dalam ajaran agama benar harus dipupuk di dalam diri dengan latihan dan introspeksi. Setiap perjumpaan dengan sesama manusia menjadi kesempatan untuk menunjukkan kasih dan menguji apakah kasih yang kita pahami sungguh-sungguh membuat orang lain lebih bahagia karena kasih yang sejati bermaksud membawa kebahagiaan kepada sesama manusia. Tapi al-Quran mengajarkan bahwa kasih itu ditimbulkan oleh Allah Swt, perhatikan ayat berikut.

60:7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bahkan kasih antara suami dengan istri-istrinya juga dijadikan oleh Allah Swt.

30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Bagimana mendapatkan kasih itu, salah satu jalan adalah menuruti kemauan Muhammad, perhatikan ayat berikut.

49:7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

Bahkan kita ikut kelompok pun akan ditentukan oleh Allah, mau jadi kafir atau mau jadi Mukmin semua dikerjakan oleh Allah Swt.

9:83. Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang."[651]

Disesatkan dan tidak disesatkan juga berasal dari Allah Swt.

2:26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

Agar diberikan oleh Allah Swt yang baik, caranya adalah beriman kepada ayat-ayat Allah.

16:104. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.

Tapi tidak dijelaskan ayat-ayat yang mana, pasti maksudnya semua ayat di dalam al-Quran termasuk ayat di bawah ini.

4:24. dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki[282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian[283] (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu
Dan yang wajib dijalakan agar mendapat hidayah adalah menyembah Allah Swt.

43:27. tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku."

Mudah-mudahan ada manfaatnya, bagi pembangunan budi pekerti bangsa dan jadi bahan pertimbangan para pendidik, yaitu apakah yang akan diajarkan kepada anak-anak kita, beriman kepada al-Quran dan menyembah Allah Swt sambil mengharapkan Allah Swt akan memberikan akhlak mulia kepada anak-anak kita atau lebih baik kita memberikan pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah sebagai upaya nyata membangun karakter bangsa.

Seandainya Muhammad tidak mengharamkan babi, umatnya akan pandai memilih makanan yang sehat

Perhatikan ayat berikut tentang makana haran yang pernah keluar dari mulut Muhammad.

6:145-146. Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku[517] dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
[517]. Yang dimaksud dengan binatang berkuku di sini ialah binatang-binatang yang jari-jarinya tidak terpisah antara satu dengan yang lain, seperti: unta, itik, angsa dan lain-lain. Sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan hewan yang berkuku satu seperti kuda, keledai dan lain-lain.

Seandainya Muhammad jujur dan tidak sok tahu, membuat ayat 6:145-146. Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir.” Stop sampai di sini, berarti keputusan mana makanan yang sehat diserahkan sepenuhnya kepada umatnya dan umatnya akan menggunakan otaknya menentukan makanan yang sehat dan pasti babi akan dipili sebagai makanan yang sehat sedangkan tikus masuk binatang yang tidak boleh dimakan.

Tapi karena di ayat tersebut Muhamamd memasukkan tambahan “atau daging babi” sebagai ketetuan dari Allah Swt sedangkan tikus tidak dimasukkan sebagai binatang yang diharamkan maka umatnya menjadi bego dan bodoh menghadapi masalah ini.

Semua orang berakal sehat akan mengatakan tikus jangan dimakan tapi babi boleh dimakan. Tapi karena Muhammad bilang isi al-Quran ketentuan Allah Swt yang pasti tidak bodoh dan tidak bego, umatnya hanya bisa bilang yang tidak percaya babi haram adalah orang bodoh dan ketika ditanya kenapa tikus tidak haram, umatnya tidak bisa menjawab selain mengakui yang bodoh itu yang percaya sama kibulan Muhammad.

Bung Karno memilih mengikuti ajaran Yesus yang memaafkan dan tidak mengikuti ajaran Muhammad yang penuh dendam

Sewaktu kekuasaannya digoyang, Bung Karno mengutip Injil yang dijadikan pegangan hidupnya dalam menghadapi situasi yang sulit dan sangat menyakiti hatinya. Kita perhatikan kutipan berikut.

Di hadapan Rapat Umum Hari Wanita Internasional di Istora Senayan pada tangagl 8 Maret 1966 Bung Karno mengatakan, “Ada ibu-ibu rumah tangga yang mengatakan, ya, tuntutan mereka sebenarnya benar, minta ini minta itu, menuntut ini menuntut itu. He ibu-ibu rumah tangga, sadarlah bahwa di belakang tuntutan itu ada hal-hal yang harus kita ketahui. Aku ini, saudara-saudara, kalau boleh mengadakan suatu perbandingan, seperti bandingannya Nabi Isa yang pada waktu menderita memohon kepada Tuhan: Heer, want ze weten niet wat ze doen. Ya Tuhan, ampunilah mereka, sebab mereka itu sebetulnya tidak mengerti.... Oleh karena itu, aku, aku kepada anak-anak kecil, kepada wanita-wanita, kepada pemuda-pemuda yang sekarang ini on the move mengongkrek-ongkrek kewibawaan pemerintah..., meskipun mereka mengatakan Hidup Bung Karno, Hidup Bung Karno; aku juga berkata demikian..., Ya Tuhan ampunilah kepada mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Dikutip dari buku Sukarno Memilih Tenggelam Agar Suharto Muncul)

Apa yang dilakukan Bung Karno sangat bijak dan kita merasakan dampaknya hingga sekarang, Indonesia masih utuh bersatu. Bandingkan seandainya Bung Karno mengikuti apa yang diajarkan Muhammad yang tertuang di dalam al-Quran dan berteriak bahwa orang yang memusuhinya adalah kafir lalu mengutip ayat-ayat berikut yang pernah keluar dari mulut Muhammad sewaktu Muhammad kecewa, kalah perang karena sebagian pengikutnya tidak mau mematuhi perintahnya ikut berperang.

9:38-39. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

9:81-85. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang."[651]

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.

651]. Setelah Nabi Muhammad SAW selesai dari peperangan Tabuk dan kembali ke Madinah dan bertemu segolongan orang-orang munafik yang tidak ikut perang, lalu mereka minta izin kepadanya untuk ikut berperang, maka Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah untuk mengabulkan permintaan mereka, karena mereka dari semula tidak mau ikut berperang.

Perhatikan, Muhammad sangat pendendam, orang yang tidak mau ikut berpernag, mati pun mayatnya tidak boleh disembahyangkan, anaknya pun dimusuhi. Apakah ini ajaran dari Tuhan? Pasti bukan, Tuhan Maha Memahami dan Maha Mengampui, hanya Setan memendam dendam

Bung Karno tujuh kali lolos dari pembunuhan kelompok Islam, Bung Karno sangat paham tentang Islam, Bung Karno menyebut Allah Swt dan Muhammad hanya dibibirnya untuk kepentingan politik, tetapi di hatinya ada ajaran Yesus dan sejak kecil pesan ajaran Hindu yang disampaikan melalui wayang tetap ada di sanubarinya, berkat ajaran yang ada di hati Bung Karno kita masih hidup di NKRI yang masih utuh bersatu hingga sekarang.